Recent Posts

Si Pendek Yang Ternama

2017/11/21

“Sungguh aku benci pada orang yang aku lihat menganggur, tak sedang melakukan aktivitas duniawi dan tidak pula sedang melakukan ibadah ukhrawi”

Siapakah yang mengucapkan sepenggal kalimat berenergi tersebut? Adalah ia seorang pria dengan penampakan fisik yang serba kekurangan dan berlatar belakang kehidupan yang jauh dari penghargaan. Siapapun yang menjumpainya meski bersabar untuk tidak menertawai penampilan fisik yang tampak tidak menarik, tubuh yang kerempeng, sampai-sampai ia terhempas saat ada hembusan angin yang cukup kencang. Ketika ada orang sedang duduk, maka ia akan sebanding dengan dirinya yang sedang berdiri tegak.

Pada suatu hari ia pernah naik ke sebuah pohon untuk mengambil sesuatu yang akan diberikan kepada temannya. Saat sedang di atas pohon, pakaiannya tersingkap hingga menampakkan kedua betisnya. Beberapa teman yang bersamanya memperhatikan hal tersebut lalu menertawakannya karena memiliki betis yang sangat kurus dan tipis. Namun, atas hal tersebut tidaklah ia membalasnya dengan sikap yang negatif seperti amarah atau yang lainnya. Ia hanya menjalankan sebuah sikap yang jarang dimiliki pada zaman itu : kesabaran.

Jalan kesabaran yang ia tempuh tidak perlu lama untuk menunggu hasilnya. Karena pasca ditertawakan oleh teman-temannya saat betisnya tersingkap, ia memperoleh penghargaan yang luar biasa,

“Sesungguhnya kedua betis itu dalam timbangan amal lebih berat daripada Bukit Uhud”

Siapa yang tidak bahagia mendapat penghargaan tersebut? Akankah ia menjadi takabur dan sombong dengan pujian yang pasti akan membuat siapapun merasa terbang membumbung tinggi hingga langit ketujuh? Maka ia pun merasa bahagia namun tidak menjadi takabur dan sombong. Terbukti atas prestasi lainnya yang pasti akan membuat mata siapapun terbelalak dan mulut ternganga saking takjubnya.

Prestasi yang berhasil ia torehkan dengan tinta emas pada setiap lembaran kertas para sejarawan, adalah sebagai berikut :

  • Merupakan qari terbaik karena bacaannya persis seperti saat al Quran diturunkan.
  • Menerima al Quran hingga tujuh puluh lebih surat banyaknya.
  • Mendapat julukan “laqad muli’a fiqhan” –penuh dengan pemahaman.
  • Memperoleh amanah sebagai wali (gubernur) di Kufah, Iraq.
  • Memiliki perangai dan akhlaq menyerupai Rasulullah saw.

Serta segudang prestasi lainnya yang sungguh sulit untuk menyamainya, meskipun ia memiliki kekurangan dalam masalah fisiknya. Ia juga tidak mempunyai harta yang banyak untuk disumbangkan di jalan Allah swt pun halnya dalam medan jihad yang memerlukan ketangguhan dan keunggulan fisik.

Kekurangan yang ia miliki tidak menyebabkan ia tidak punya prestasi dalam dakwah Islam. Justru dengan bermodal kekurangan tersebut, ia berhasil mencapai penghargaan yang sulit untuk diraih, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Ikutilah kedua sahabatku sepeninggalku : Abu Bakar dan Umar; dan mintalah petunjuk kepada petunjuk Ammar dan berpegangteguhlah kepada wasiat Ibnu Mas’ud” (Shahih Sunan Tirmidzi No. Hadits : 3805)

Beliaulah yang namanya pernah disinggung dalam al Quran : Abdullah bin Mas’ud, RA. (Krisbudi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar